The History of “LALANG SEMBAWA”

Here is the story about my village…

Pada saat pertama Belanda masuk ke desa ini, desa ini masih memiliki banyak pohon–pohon karet. Oleh karena itu, pihak Belanda mencoba mengetahui sedikit tentang pohon itu dengan bertanya kepada penduduk di desa itu. Setelah mendapat penjelasan dari para penduduk, pihak Belanda pun mencoba menyelidiki satu pohon karet. Lalu setelah Pihak Belanda menyelediki, pihak Belanda mengambil kesimpulan bahwa pohon itu bagus untuk berbisnis karena kokoh tetapi sayangnya bau. Maka, pihak Belanda kemudian menamai desa itu menjadi “LAND BAU”, yang berarti daratan yang bau, karena di daratan tersebut terdapat banyak pohon karet yang menghasilkan getah yang bau. Oleh pihak Belanda, Land Bau diciptakan menjadi tempat yang mempunyai peran yang sangat penting, yaitu sebagai tempat Jawatan Karet.

Land Bau juga adalah tempat alami dan subur tetapi masih belum banyak mempunyai penduduk. Pihak Belanda berpikir akan mendapatkan untung yang besar jika bisa mendapatkan penduduk lebih banyak lagi karena sebagian penduduk di Land Bau ini bermatapencaharian sebagai penyadap karet. Pihak Belanda juga berpikir untuk merebut seluruh daerah Land Bau dengan cara mendekati para penduduk. Setelah semuanya berjalan, Belanda akhirnya hidup makmur dan tidak lupa pula terus menjaga silahturahmi dengan para penduduk Land Bau agar tetap bisa bertahan di Land Bau ini. Kejayaan tertinggi Land Bau ialah menjadi penghasil karet terbaik dan terbanyak di Sumatera Selatan. Semua itu bisa terjadi karena kepintaran pihak Belanda mengatur strategi, seperti dengan menyediakan fasilitas yang lengkap, dan menyediakan bibit dan pupuk yang bagus. Tetapi, ketika pada tahun  Jepang masuk ke Land Bau ini, Land Bau sudah mempunyai tanda-tanda kemundurannya seperti berkurangnya produksi karet dan mulai tidak bagusnya mutu karet. Kalahnya pihak Belanda dalam mempertahankan Land Bau ini dari pihak Jepang, mengurangi semangat para penduduk Land Bau. Semua itu terjadi karena kurangnya fasilitas dari pihak Jepang dan juga karena semua bibit dan pupuk tidak disediakan oleh Jepang melainkan dari para penduduk Land Bau itu sendiri. Hal ini menyebabkan para penduduk geram. Lalu diadakanlah musywarah tertutup oleh para penduduk Land Bau. Para penduduk berpikir untuk membuat rugi pihak Jepang. Para penduduk sepakat untuk tidak menanam pohon karet lagi melainkan menanam pohon asem karena pihak Jepang belum mengetahui apa pun tentang pohon asem dan juga sepakat tidak menebang pohon karet tetapi membiarkannya mati dan menjadi daratan ilalang, baru menanam pohon asem tersebut. Setelah lama ditinggalkan, daratan karet pun berubah menjadi daratan ilalang. Kemudian para penduduk dengan cepat mulai menanam pohon asem tanpa menebas ilalang di daratan itu. Ketika tiba waktu pemeriksaan oleh pihak Jepang, pihak Jepang merasa dipermainkan, dibuat rugi. Seketika pihak Jepang emosi dan marah, tetapi salah satu prajurit dari pihak Jepang menenangkan dan mencoba salah satu buah pohon asem dengan memetiknya bukannya dengan mengambil yang telah jatuh ke tanah. Setelah mencicipi, sang prajurit langsung muntah-muntah, ia berkata bahwa rasa buahnya sangatlah asam. Penduduk yang bersembunyi pun tertawa melihat kejadian tersebut. Pihak Jepang pun berkata kepada para penduduk  karena kalian telah membuat pihak kami rugi kalian semua akan kami hukum dan kami akan mengubah nama daratan ini dari Land Bau menjadi “LALANG SEMBAWA”. Karena di daratan ini terdapat banyak ilalang dan bayak buah asem yang jatuh ke tanah. Saat itu juga pihak Jepang diberitahukan bahwa Jepang telah dibom. Saat-saat itu pun tidak disia-siakan oleh para penduduk untuk merdeka, para penduduk pun menyerang pihak Jepang. Akhirnya, para penduduk dapat merdeka. Para penduduk merasa bahagia dan para penduduk lalu menetapkan bahwa nama daratan ini ialah “LALANG SEMBAWA” dan para penduduk pun sepakat mengganti nama Jawatan Karet menjadi Balai Penelitian Sembawa. Lalu, para penduduk memulai kembali usaha karet mereka di daratan ini. Dan sampai sekarang Lalang Sembawa ialah salah satu penghasil karet di Sumatera Selatan ini.

Advertisements

About danangahgoblog

I like to eat meatball n chicken noodle, then i am a Liverpudlians....

Posted on October 27, 2012, in Recommended. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: